Negara-negara yang termasuk ke dalam ATD adalah 1. Kamboja 2. Laos 3. Myanmar 4. Thailand 5. Vietnam • Negara-negara yang termasuk ATM adalah 1. Brunei 2. Filipina 3. Indonesia 4. Malaysia 5. Singapura 6. Timor Leste Asia Tenggara terletak pada pertemuan lempeng-lempenGeologi dengan aktivitas Jakarta - Indonesia ditetapkan menjadi negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau mencapai 17 ribu. Sebenarnya, bagaimana sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia?Pada dasarnya, pola dan objek di permukaan bumi terbentuk oleh tenaga endogen dan eksogen. Endogen sendiri adakah tenaga yang terdiri dari tektonik, vulkanik, dan gempa bumi. Sedangkan tenaga eksogen berasal dari luar bumi, seperti angin, air, organisme, hingga sinar terbentuknya kepulauan IndonesiaDikutip dari buku 'Sejarah Nasional Indonesia' karya Edi Hermadi, berdasarkan teori terbentuknya kepulauan Indonesia dari para ahli, Nusantara berada di atas tungku api yang bersumber dari magma dalam perut bumi. Adapun, inti perut bumi berupa lava cair bersuhu sangat tinggi. Makin ke dalam tekanan dan suhunya semakin tinggi. Namun, ketika ada celah lubang, cairan tersebut keluar berbentuk lava cair. Ketika mencapai permukaan bumi, suhu menjadi lebih pada suhu ini cairan lava akan membeku membentuk batuan beku atau kerak. Keberadaan kerak benua daratan dan kerak samudra selalu bergerak secara dinamis akibat tekanan magma dari perut sebagian wilayah kepulauan Indonesia diketahui merupakan titik temu antara tiga lempeng, Lempeng Indo, Australia, dan Eurasia. Lokasi ini sering mendapatkan dampak dari pergerakan lempeng-lempeng tersebut, baik subduksi, obduksi, dan pergerakan lempeng tersebut terjadi pemisahan atau divergensi tabrakan lempeng-lempeng. Pada dasarnya, pergeseran lempeng-lempeng masih terus ahli pun berpendapat bahwa wilayah kepulauan Indonesia secara tektonis merupakan wilayah yang sangat aktif dan labil sehingga rawan gempa sepanjang sejarah terbentuknya kepulauan Indonesia terjadi di masa Mesozoikum atau 65 juta tahun yang lalu. Saat itu kondisi geografis masih merupakan samudera yang luas. Namun terjadi kegiatan tektonis yang aktif sehingga lempengan-lempengan Indo-Australia , Eurasia dan Pasifik adanya pergerakan tersebut, benua Eurasia menjadi terpecah-pecah menjadi pulau yang terpisah satu sama lainnya. Sebagian bergerak ke Selatan menjadi Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat dan Pulau yang sama juga terjadi pada benua Australia di mana bagian Utaranya bergerak membentuk Pulau Timor, Kepulauan Nusa Tenggara Timur, dan sebagian Maluku dan Jawa dipisahkan laut dangkal yang terjadi akibat proses kenaikan permukaan laut atau transgresi. Saat itu juga, Pulau Sulawesi sudah mulai terbentuk, sementara Papua sudah mulai bergeser ke terbentuknya kepulauan Indonesia adalah kegiatan tektonis dari dalam bumi. Hingga saat ini, kepulauan Indonesia masih terus bergerak secara dinamis hal ini juga terlihat dari seringnya gempa vulkanis dan tektonis yang sering belajar! Simak Video "Aksi Heroik Polisi Bantu ODGJ yang Hendak Melahirkan di Karimun Kepri" [GambasVideo 20detik] pay/pal
KepulauanIndonesia yang tidak termasuk lempeng Asia dan Australia adalah? Organisasi yang dibentuk untuk menggantikan peran Gerakan Tiga A adalah; Listrik masuk ke rumah pelanggan pertama kali akan melewati; Di antara senyawa-senyawa berikut : (1) HF, (2) NH3, (3) H2O, (4) HCl yang dapat membentuk ikatan hidrogen adalah?

Persebaran Flora di Indonesia dari Masing-masing Jenisnya – Sebagai negara kepulauan, Indonesia terdiri dari beragam suku dengan adat istiadat yang itulah yang membuat Indonesia terkenal hingga mancanegara dan dikagumi banyak wisatawan ribu pulau yang dimilikinya membuat penampakan alam Indonesia begitu indah dan pesonanya selalu mengundang decak kagum. Keindahan alam itu terbentang dari Sabang hingga geografis Indonesia tidak hanya berpengaruh terhadap penampakan alamnya juga memiliki keberagaman jenis flora. Flora memiliki pengertian keseluruhan kehidupan jenis tumbuh-tumbuhan suatu habitat atau daerah dengan lebih mudah disebut dengan istilah tumbuhan. Kekayaan flora inilah yang juga membuat Indonesia menjadi sebuah negara yang istimewa dan semakin ada beberapa jenis tumbuhan yang hanya tumbuh di Indonesia dan tidak ditemukan di negara Flora di IndonesiaTipe Persebaran Folora di IndonesiaFlora Indonesia Tipe AsiatisFlora Indonesia Tipe AustralisFlora Indonesia Tipe PeralihanAdanya persebaran flora di Indonesia bukanlah tanpa sebab. Dahulu kala pada zaman glasial, kepulauan Indonesia terbentuk dari lempeng Asia dan lempeng Australia jika dilihat dari ilmu Indonesia yang bersatu dengan lempeng Asia adalah Kalimantan, Sumatera dan daratan itu disebut Dangkalan Sunda. Sedangkan kepulauan yang bersatu dengan lempeng Australia adalah Papua yang kemudian disebut dengan Dangkalan juga kepulauan yang tidak termasuk dalam lempeng Asia maupun Australia yaitu Maluku, Sulawesi dan Nusa adanya tiga jenis kepulauan yang berbeda lempeng ini, terciptalah habitat flora yang tidak sama antar flora berciri khas Asia atau disebut tipe Asiatis, berciri khas Australia yang disebut tipe Australis dan berciri khas campuran keduanya yang disebut tipe disebabkan karena faktor sejarah geologi, persebaran flora di Indonesia juga disebabkan karena perbedaan iklimPerbedaan iklim tersebut tercipta dari unsur-unsur pembentuk iklim berupa suhu, angin, curah hujan dan kelembaban sendiri merupakan negara yang memiliki iklim tropis karena terletak di jalur garis sisi lain, seluruh wilayah Indonesia memiliki curah hujan yang cukup tinggi namun dengan kadar yang berbeda. Perbedaan itulah yang menjadi salah satu penyebab jenis flora yang yang kita ketahui bahwa setiap tumbuhan hidup dan berkembang dengan karakter yang berbeda-beda terhadap iklim. Ada jenis tumbuhan yang hanya bisa tumbuh di daerah yang memiliki curah hujan pula yang justru bisa tumbuh di daerah yang kering atau tumbuhan yang membutuhkan sinar matahari yang juga jenis tanaman yang membutuhkan sinar matahari dalam jumlah banyak. Hal inilah yang menyebabkan, iklim termasuk faktor yang dapat mempengaruhi keaneragaman flora di hanya iklim dan kondisi geografis, faktor lain juga turun berperan dalam persebaran flora di Indonesia. Misalnya saja faktor keadaan tanah, air dan tinggi rendahnya permukaan sebagai tempat berkembangnya tumbuhan tentu memiliki tingkat kesuburan yang berbeda dan akan berpengaruh terhadap jenis flora yang bisa juga pasti berpengaruh meski setiap tumbuhan memerlukan kadar air yang tidak tinggi rendahnya permukaan bumi berpengaruh terhadap suhu dan jenis tanaman yang cocok di daerah Persebaran Folora di IndonesiaPersebaran flora di negara Indonesia dipisahkan oleh garis Wallace dan garis Weber. Garis Wallace adalah garis khayal yang memisahkan Indonesia bagian barat dan garis Weber merupakan garis khayal yang memisahkan Indonesia bagian tengah dan adanya pembagian wilayan tersebut, inilah jenis-jenis flora di Indonesia berdasarkan tiga jenis yaitu Asiatis barat, Australis timur dan peralihan tengah.Flora Indonesia Tipe AsiatisPersebaran flora di Indonesia barat disebut dengan istilah tipe Asiatis sebab banyak flora di bagian barat yang hampir sama dengan flora di benua Asia pada Indonesia bagian barat sendiri meliputi pulau Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Flora di bagian barat Indonesia ini memiliki sifat heterogen, terutama dipengaruhi karena iklim hujan tropis dengan curah hujan variasi tumbuhan yang terdapat di Indonesia bagian barat antara lain jenis tanaman lumut, paku, jamur, meranti, mahoni, damar dan pula banyak jenis hutan seperti hutan hujan tropis, hutan musim, hutan sabana tropis dan hutan bakau atau mangrove di daerah pesisir pantai pada wilayah barat juga beberapa flora endemik Indonesia yang khas di bagian barat ini yaitu bunga Rafflesia Arnoldi atau yang juga disebut bunga khas flora tipe Asiatis secara umum adalah memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu yang berharga, misalnya jati, meranti, kruing, mahoni, dan sejenisnya dan selalu hijau sepanjang Indonesia Tipe AustralisPersebaran flora di Indonesia timur disebut dengan istilah tipe Australis sebab persebaran flora di Indonesia bagian timur ini hampir sama dengan flora di benua Australia secara Indonesia bagian timur meliputi Papua, Maluku dan sekitarnya. Iklim yang ada di Indonesia bagian timur didominasi oleh hutan hujan tropis dan hutan itu juga banyak ditemui tanaman seperti pohon sagu, pohon nipah dan hutan bakau atau mangrove yang ada di daerah pesisir bagian timur juga memiliki tanaman khas Australis seperti pohon rasamala, tanaman eucalyptus serta jenis pemetia pinnata atau motea yang lazim ditemui di satu ciri khas yang paling mudah dikenali dari tumbuhan Australis adalah bentuk daunnya yang memanjang. Ciri- ciri lain dari tanaman atau flora Australis adalah memiliki struktur daun paralel yaitu daun yang memiliki tulang daun yang besar dan sejajar antara tulang daun satu dengan Indonesia Tipe PeralihanPersebaran flora di Indonesia bagian tengah disebut juga tipe peralihan atau flora kepulauan Wallace. Daerah peralihan meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan Nusa kawasan ini tidak diumpai adanya hutan yang lebat. Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat, bahkan di kawasan Nusa Tenggara kita hanya akan menjumpai adanya sabana dan merupakan padang rumput yang luas dengan tumbuhan kayu yang tersebar. Sedangkan stepa berupa tanah kering yang ditumbuhi semak belukar ini terjadi karena di wilayah Nusa Tenggara memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-pulau lain di tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma, cemara, pinus, jenis rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu eboni, kayu cendana dan alam Indonesia membuat floranya begitu beragam. Bahkan terdapat pembagian yang jelas mengenai persebaran flora di Indonesia yang berbeda antar daerah meski itu masih satu ini menjadikan Indonesia negeri yang indah, negeri yang dikagumi dan selalu mengundang rasa ingin berkunjung. Keberadaan flora yang beragam ini semoga tetap terjaga hingga anak cucu kita nanti masih dapat mengenalinya.

LempengEurasia meliputi . a. Eropa, Asia, dan daerah pinggirannya termasuk Indonesia b. Amerika Utara, Amerika Selatan, dan setengah bagian barat lautan Atlantik c. seluruh lempeng di lautan Pasif Home Fenomena Alam Kamis, 21 Januari 2021 - 2147 WIBloading... Tiga Lempeng Tektonik Aktif Pemicu Gempa Bumi di Indonesia A A A MANADO - Gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi secara berturut karena Indonesia merupakan daerah dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik, yaitu Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Baca Juga Lempeng Indo- Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah kurang lebih 18 lempeng di seluruh dunia dan 4-nya berada di Indonesia. Hanya ada 3 yang aktif, yaitu lempeng Eurasia, Samudera Pasifik, dan Australia. 1 yang lainnya adalah lempeng Filipina, namun tidak Lempeng besar negara Asia dan Eropa berada di atas lempeng ini. Lempeng ini merupakan salah satu lempeng yang paling ikonik karena ada banyak bekas-bekas geografis di atasnya, dan yang paling menonjol adalah deretan Pegunungan Himalaya. Baca Juga 2. Lempeng ini adalah lempeng yang paling luas. Samudera Pasifik dan beberapa negara kecil di atasnya berada di lempeng ini. Selain itu, ada beberapa negara yang berbatasan langsung depan lempeng ini, seperti Jepang dan pesisir timur Amerika Lempeng Indo-Australia Lempeng ini terbentuk dari gabungan antara lempeng Australia dengan lempeng India jutaan tahun yang lalu. Beberapa negara lain yang berada di atas lempeng ini adalah Australia, Papua Nugini, Selandia Baru, dan negara-negara kecil di Oseania. wbs gempa sulut gempa bumi gempa bumi mamuju fenomena alam sains Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 23 menit yang lalu 31 menit yang lalu 37 menit yang lalu 57 menit yang lalu 1 jam yang lalu 3 jam yang lalu

Dilansirdari Encyclopedia Britannica, kepulauan indonesia yang tidak termasuk lempeng asia dan australia adalah c. sulawesi. Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Reddit VKontakte Share via Email Print

Adanya keaneragaman berbagai macam flora di Indonesia bukan tanpa sebab. Dulu, pada zaman glasial, kepulauan Indonesia jika dilihat secara geologi merupakan pertemuan antara lempeng Asia dan lempeng Australia. Adapun kepulauan Indonesia yang bersatu dengan lempeng Asia antara lain Kalimantan, Sumatra dan Jawa kemudian daratan ini disebut sebagai Dangkalan Sunda. Kepulauan Indonesia yang bersatu dengan Australia antara lain Papua, daratan ini kita sebut sebagai Dangkalan Sahul. Adapun kepulauan Indonesia yang tidak termasuk lempeng Asia dan Australia adalah Sulawesi, Maluku serta kepulauan Nusa Tenggara. Keadaan ini membuat ciri khas flora di Indonesia menjadi beranekaragam, ada yang berciri khas Asia, bercirikhas Australia atau bercirikhas campuran keduanya. Selain disebabkan karena faktor dari sejarah geologi, keanekaragaman flora bisa ditentukan juga oleh faktor lainya, misalnya adanya perbedaan iklim yang terdiri dari unsur-unsur suhu, angin, curah hujan dan kelembaban udara. Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis karena berada di daerah khatulistiwa. Akan tetapi negara ini memiliki curah hujan yang berbeda di setiap daerahnya sehingga menyebabkan adanya keaneragaman jenis flora. Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi Hutan Hujan Tropis Hutan hujan tropika atau sering juga ditulis sebagai hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembap, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa, yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa. Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan dari itu, disebut Hutan Hujan Tropis. Hutan-hutan ini didapati di Asia,Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan Kepulauan Pasifik. Dalam peristilahan bahasa Inggris, formasi hutan ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest. Hutan hujan tropis di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut Pohon-pohonnya tumbuh tinggi hingga mencapai 50 meter Terdapat vegetasi yang beraneka jenis Batang pohonya besar dan lurus Kanopi rapat sehingga sinar matahari tidak dapat menembus ke tanah Tumbuhan epifit menempel di pohon Terdapat tumbuhan paku-pakuan, liana, saprofit, parasit dan lumut Daun-daunnya berwarna hijau sepanjang tahun. Contoh Hutan hujan tropis seperti pohon pinus, pohon ramin, pohon rengas, rotan manau, tumbuhan pencekik pohon dan pohon jeluntung Hutan Musim Hutan musim merupakan hutan yang terdapat di wilayah kemarau yang cukup panjang. Hutan musim tumbuhannya cendrung bersifat homogen sejenis. Hutan musim juga dapat dikatakan sebagai hutan yang terdapat pada daerah yang suhu udaranya cukup tinggi dan mempunyai perbedaan musim hujan dan musim kemarau yang cukup jelas. Tumbuhan yang dapat hidup di hutan musim adalah tumbuhan yang mampu beradapatasi dengan musim kemarau dan musim penghujan serta tahan terdapat kekeringan. Pada musim kemarau di hutan musim sejenis tumbuhan tertentu menggugurkan daunnya seperti sedangkan di musim hujan tumbuhan tertentu menghijau kembali. Hutan musim di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut Pohon-pohon yang tahan dari kekeringan dan termasuk tumbuhan tropofit yang berarti mampu beradaptasi terhadap keadaan kering dan juga keadaan basah. Pada musim kemarau kering, daun pohon-pohon akan meranggas, sebaliknya pada musim hujan, daunnya akan tumbuh dengan lebat. Contoh Hutan Musim Contoh hutan musim seperti hutan pohon jati Hutan Pegunungan Hutan pegunungan atau hutan montana montane forest adalah salah satu formasi hutan tropika basah yang terbentuk di wilayah pegunungan. Formasi hutan ini juga dinamai hutan lumut, hutan kabut, atau hutan awan cloud forest. Hutan pegunungan di Indonesia memiliki ciri-ciri sebagai berikut Kerap diselimuti awan Biasanya pada ketinggian atap tajuk kanopinya Pepohonan dan tanah di hutan ini acapkali tertutupi oleh lumut, yang tumbuh berlimpah-limpah hutan pegunungan di indo Hutan Bakau Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau,dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi. Indonesia menjadi negara dengan hutan mangrove paling luas di dunia. Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup, luas hutan bakau Indonesia mencapai 4,3 juta ha 2006. Sedang menurut FAO 2007 pada tahun 2005 Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 3 juta ha. Hutan bakau memiliki ciri-ciri sebagai berikut Tdak terpengaruh iklim Dipengaruhi pasang surut Tanah tergenang air laut Tanah rendah pantai Hutan tidak mempunyai struktur tajuk Sabana Tropis Contoh hutan bakau seperti hutan bakau Secara umum persebaran flora di Indonesia terdiri atas tiga kawasan utama, yaitu subregion Indonesia-Malaysia di bagian barat, Kepulauan Wallacea Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor, dan Maluku di bagian tengah, dan subregion Australia di bagian timur. Agar lebih spesifik, kita bisa membaginya menjadi 4 wilayah yakni daerah Sumatra-Kalimantan, daerah Jawa-Bali, Daerah Wallacea dan Daerah Papua. Flora Sumatra-Kalimantan Secara umum wilayah sumatra dan kalimantan memiliki iklim hujan tropis dimana memiliki curah hujan dan kelembaban udara yang tinggi. Flora yang hidup didaerah ini antara lain kayu meranti Dipterocarpus, damar, berbagai jenis anggrek, jenis lumut, cendawan jamur, hutan bakau dan paku-pakuan. Flora Jawa-Bali Kondisi iklim di daerah jawa-bali sangatlah bervariasi. Semakin ke timur, curah hujan di daerah ini akan semakin berkurang. Wilayah Jawa Barat didominasi oleh tipe iklim hutan hujan tropis Af dan iklim muson tropis Am. Sedangkan di wilayah timur, akan dijumpai iklim sabana tropis Aw, terutama di daerah Bali. Adapun flora yang hidup di daerah ini antara lain pohon jati, pinus dan cemara. Flora Kepulauan Wallacea Kepulauan wallacea meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Nusa Tenggara dan Pulau Timor. Daerah ini memiliki kelembaban udara yang rendah, kecuali kepulauan Maluku. Adapun flora yang hidup di daerah ini antara lain vegetasi sabana dan stepa tropis di wilayah Nusa Tenggara, vegetasi hutan pegunungan di sekitar Sulawesi dan vegetasi hutan campuran di wilayah Maluku dengan jenis rempah-rempah, seperti pala, cengkeh, kayu manis, kenari, kayu eboni, kayu cendana dan lontar. Flora Papua Sebagian besar kondisi iklim di wilayah Papua didominasi oleh tipe iklim hujan tropis Af sehingga jenis vegetasi yang menutupi kawasan ini adalah hutan hujan tropis. Jenis floranya sangat khas antara lain pohon rasamala dan eucalyptus.

.
  • pztf0xz6qt.pages.dev/356
  • pztf0xz6qt.pages.dev/381
  • pztf0xz6qt.pages.dev/282
  • pztf0xz6qt.pages.dev/171
  • pztf0xz6qt.pages.dev/491
  • pztf0xz6qt.pages.dev/262
  • pztf0xz6qt.pages.dev/150
  • pztf0xz6qt.pages.dev/158
  • kepulauan indonesia yang tidak termasuk lempeng asia dan australia adalah