Dan tentu saja orang yang menuntut ilmu di masjid akan mendapat semua keutamaan menuntut ilmu secara umum yang ini jumlahnya banyak sekali. Semoga Allah Taโ€™ala menambahkan semangat kepada untuk terus menuntut ilmu syarโ€™i, terutama di zaman penuh syubuhat dan fitnah ini. Semoga Allah memberi taufik. Baca Juga: Catatlah Ilmu Ketika Di Majelis
Dengan ilmu manusia dapat menyelesaikan masalah duniawinya, dengan ilmu pula ia akan menjalankan tugasnya sebagai hamba yaitu menyembah Allah. Dengan ilmu manusia mencapai kedudukan mulia dan derajat yang tinggi sebagai seorang hamba. Akan tetapi, ada perkara yang lebih tinggi kedudukannya dari pada ilmu, yaitu adab atau akhlak.
Keteladanan al-Imam at-Tirmidzi dalam Menuntut Ilmu. Ming 13 Rabiul awal 1433H 5-2-2012M. 5 640. Para pembaca, semangat tinggi dan pantang menyerah dalam menuntut ilmu merupakan sikap terpuji yang telah dicontohkan dan diwariskan oleh para ulama pada setiap generasi. Simaklah penuturan Ibnul Jauzi rahimahullah, โ€œPara pendahulu dari kalangan Maka hal terpenting yang perlu diperhatikan dalam menuntut ilmu adalah meluruskan niat ikhlas karena Allah. Ketika kita sedang duduk bersama ulamaโ€™ untuk memperoleh ilmu maka hendaknya tidak mencari-cari cara agar diperhatikan. Fokuskanlah niat hanya untuk mendapatkan pahala dan perhatian dari Allah semata. Karena amalan yang tidak bersih
Ilmu itu lebih baik dari harta, ilmu yang menjagamu, sedangkan harta, engkau yang menjaganya. Ilmu itu bertambah ketika diamalkan sedangkan harta berkurang bila diinfakkan. Ilmulah yang menghukumi, sedangkan harta yang dihukumi. Mencintai ahli ilmu adalah bagian dari agama, yang berpahala..โ€ (Al Hilyah, Abu Nuโ€™aim 1/79)
tulisan sebelumnya: Kisah-Kisah Mencengangkan Para Ulama Menuntut Ilmu [bagian pertama] Bersusah payah dan Berletih-letih menuntut ilmu Para ulama sering menyebutkan hal ini salah satunya adalah Yahya bin Abi Katsir rahimahullah, beliau berkata, ูˆู„ุง ูŠุณุชุทุงุน ุงู„ุนู„ู… ุจุฑุงุญุฉ ุงู„ุฌุณุฏ โ€œIlmu tidak akan diperoleh dengan tubuh yang santai (tidak bersungguh-sungguh)โ€[1] Imam Syafi
Kalimat ini diungkapkan oleh ulama tasawuf Imam Abu Yazid Al-Busthami (wafat 874 M): ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ู„ูŽู‡ู ุฃูุณู’ุชูŽุงุฐูŒ ููŽุฅูู…ูŽุงู…ูู‡ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู. "Barang siapa yang tidak mempunyai guru, maka imamnya adalah setan." Sementara redaksi lain ditemukan dalam Tafsir Ruh Al-Bayan, karya Ismaโ€™il Haqqi Al
Kisah para ulama dan ilmuan muslim dipenuhi dengan semangat yang membaja dan ketekunan yang luar biasa dalam menuntut ilmu. 4. Menjelaskan tujuan belajar kepada anak.

Nah, berikut kisah Imam Muslim yang gemar bepergian untuk mempelajari ilmu hadis. 1. Mulai belajar hadis sejak usia 12 tahun. Lahir di kota Nashibur, Iran, tahun 204 โ€“ 206 H, Imam Muslim mulai mempelajari hadis sejak umur 12 tahun. Mengutip dari buku karya Muhammad Abu Syuhbah yang berjudul Fi Ribbah Al-Sunnah Al-Kutub Al-Shahih Al Sittah, ia

.
  • pztf0xz6qt.pages.dev/196
  • pztf0xz6qt.pages.dev/270
  • pztf0xz6qt.pages.dev/212
  • pztf0xz6qt.pages.dev/123
  • pztf0xz6qt.pages.dev/79
  • pztf0xz6qt.pages.dev/29
  • pztf0xz6qt.pages.dev/206
  • pztf0xz6qt.pages.dev/423
  • kisah motivasi menuntut ilmu