Disisi lain penduduk madinah memikul tanggung jawab bagi keselamatan rasulullah saw merupakan tanda yang bagi kelanjutan dakwah rasulullah saw. Karena atas taufik dan rahmat nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang meneladani perjuangan dakwah rasulullah saw di madinah ini. Dan abu bakar menuju tihama di dekat pantai laut merah.
0% found this document useful 0 votes3 views22 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3 views22 pagesMakalah Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah Saw Di MadinahJump to Page You are on page 1of 22 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 11 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 15 to 20 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
MemahamiPerjuangan Dakwah Rasulullah di Madinah 1. Hijrah dan Titik Awal Dakwah Rasulullah di Madinah Wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan Pamannya Abu Talib, yang selalu menjadi pembela utama dari ancaman para kafir Quraisy, beban Rasulullah saw. dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam makin berat.
Jakarta - Bukit Shafa menjadi saksi perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Di tempat inilah beliau menyeru kaum Quraisy secara terang-terangan perihal ajaran SAW disebut menyeru dengan lengkingan yang tinggi saat di Bukit Shafa. Seruan tersebut merupakan seruan peringatan yang lazim digunakan untuk mengabarkan adanya serangan musuh atau terjadinya peristiwa dalam Sirah Nabawiyah karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri, seruan tersebut dilakukan usai Rasulullah SAW yakin terhadap janji Abu Thalib untuk melindungi dalam menyampaikan wahyu Allah SWT. Hingga akhirnya, pada suatu hari Rasulullah SAW berdiri di atas Bukit Shafa dan berseru, "Wahai semua orang!" Maka semua suku Quraisy pun berkumpul memenuhi seruan beliau. Rasulullah SAW kemudian mengajak mereka bertauhid dan iman kepada risalah beliau serta iman kepada hari Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan sebagian kisah ini dari Ibnu Abbas yang berkata, "Tatkala turun ayat 'Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat' QS Asy Syu'ara 214, maka Nabi SAW naik ke Shafa lalu berseru, 'Wahai bani Fihr, wahai bani Adi!' yang ditujukan kepada semua suku semuanya berkumpul. Jika ada yang berhalangan hadir, mereka mengirim utusan untuk melihat apa yang sedang terjadi. Abu Lahab beserta para pemuka Quraisy juga ikut SAW melanjutkan seruannya, "Apa pendapat kalian jika kukabarkan bahwa di lembah ini ada pasukan kuda yang mengepung kalian, apakah kalian percaya kepadaku?""Benar. Kami tidak pernah mempunyai pengalaman bersama engkau kecuali kejujuran," jawab bersabda, "Sesungguhnya aku memberi peringatan kepada kalian sebelum datangnya azab yang pedih."Abu Lahab berkata, "Celakalah engkau untuk selama-lamanya. Untuk inikah engkau mengumpulkan kami?"Kemudian turun ayat, "Celakalah kedua tangan Abu Lahab. QS Al Lahab 1"Imam Muslim dalam Shahih-nya meriwayatkan bagian lain dari kisah ini dari Abu Hurairah RA, dia berkata, "Tatkala turun ayat 'Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang dekat' QS Asy Syu'ara 214 beliau menyeru secara umum maupun khusus, lalu bersabda,'Wahai semua orang Quraisy, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai bani Ka'ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka. Wahai Fatimah binti Muhammad, selamatkanlah dirimu dari api neraka. Demi Allah, sesungguhnya aku tidak bisa berbuat apa pun terhadap diri kalian di hadapan Allah kecuali jika kalian mempunyai kerabat dekat, sehingga aku bisa membasahinya menurut kebasahannya."Berikut seruan Rasulullah SAW selengkapnya sebagaimana termuat dalam sejumlah Kitab Sirah saudara-saudara Quraisy, tukarkanlah jiwa kalian demi Allah. Selamatkanlah diri kalian dari api neraka, sebab aku tidak membawa bahaya ataupun manfaat yang bisa menghindarkan kalian dari siksa Allah. Aku sama sekali tidak bisa membantu kalian untuk menghindar dari siksa bani Ka'ab bin Lu'ay, selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah!Wahai bani Qushay, selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah, sebab aku tidak membawa bahaya ataupun manfaat yang bisa menghindarkan kalian dari siksa bani Abdi Manaf, selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah, sebab aku tidak membawa bahaya ataupun manfaat yang bisa menghindarkan kalian dari siksa Allah. Aku sama sekali tidak bisa membantu kalian menghindar dari siksa bani Abdi Syams, selamatkanlah diri kalian dari siksa bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari siksa bani Abdul Muththalib, selamatkanlah diri kalian dari siksa Allah, sebab aku tidak membawa bahaya ataupun manfaat yang bisa menghindarkan kalian dari siksa Allah. Aku sama sekali tidak bisa membantu kalian menghindar dari siksa Abbas bin Abdul Muththalib, aku sama sekali tidak bisa membantumu menghindar dari siksa Shafiyah binti Abdul Muththalib, bibi Muhammad, aku sama sekali tidak bisa membantumu menghindar dari siksa Fathimah putri Muhammad utusan Allah, aku sama sekali tidak bisa membantumu menghindar dari siksa Fathimah putri Muhammad utusan Allah. Engkau boleh meminta hartaku sesuka hatimu, selamatkanlah dirimu dari api neraka, sebab aku tidak membawa bahaya ataupun manfaat yang bisa menghindarkanmu dari siksa Allah. Aku sama sekali tidak bisa membantumu menghindar dari siksa kalian memiliki tali kekerabatan denganku. Aku akan berusaha menyambung sebatas Nabi Muhammad SAW selesai menyampaikan peringatan, orang-orang membubarkan diri dengan berbagai respons. Hanya Abu Lahab yang merespons seruan di Bukit Shafa tersebut dengan cara yang ini Bukit Shafa digunakan sebagai salah satu lokasi utama dalam ibadah haji. Di tempat ini, jemaah akan berlari-lari kecil menuju Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Rangkaian ibadah haji ini biasa disebut sa'i.
Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah SWT. karena atas taufik dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW di Madinah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita sanjungkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta semua umatnya hingga kini.
Hijrah artinya pindah. Hijrah Rasul artinya perpindahan Rasulullah saw. beserta sahabatnya dari Mekah ke Madinah. Beliau bisa menyatukan penduduk di Madinah dengan berbagai macam keyakinan. Membuat suatu kebijakan di mana seluruh kelompok tidak ada yang tersinggung dan tersakiti. Beberapa Penyebab Nabi Muhammad saw. hijrah adalah karena atas perintah Allah Swt., serangan kafir Quraisy Mekah yang semakin meningkat, ada harapan baru untuk mengembangkan Islam di Madinah. Muhajirin adalah orang-orang Mekah yang hijrah, sedangkan Anaar adalah orang-orang Madinah yang menyambut kedatangan kaum Muhajirin. Rasulullah Hijrah Bertahun-tahun Nabi Muhammad saw. menyerukan Islam di Mekah, tetapi hasilnya hanya sedikit yang mengikuti ajaran-Nya. Pada saat Nabi Muhammad saw. membutuhkan dorongan dan motivasi dari orang-orang terdekatnya, justru isterinya, Siti Khadijah dan pamannya, Abu Thalib, berpulang ke rahmatullah dalam waktu yang hampir Siti Khadijah dan Abu Thalib membuat Nabi berada dalam suasana duka. Di tengah kesedihannya, Nabi Muhammad saw. mengalami peristiwa luar biasa, yaitu Isra’ Mi’raj. Peristiwa itu terjadi pada 27 Rajab 621 M. Peristiwa ini memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada Nabi Muhammad saw. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad saw. menerima perintah shalat 5 waktu dalam sehari semalam. Setelah Isra’ Mi’rajNabi Muhammad saw. meneruskan dakwahnya dan mengabarkan peristiwa yang dialaminya. Kabar itu membuat kafir Quraisy menganggap Nabi Muhammad saw. telah melakukan pembohongan. Usaha-usaha pembunuhan terhadap Nabi Muhammad saw. dan pengikutnya terus digalakkan. Penyebab Nabi Muhammad saw. hijrah adalah Karena atas perintah Allah Swt., Karena serangan kafir Quraisy Mekah yang semakin meningkat, Karena ada harapan baru untuk mengembangkan Islam di Madinah. Pada tahun 621 M datanglah sejumlah orang dari Madinah, menemui Nabi di Bukit Aqaba. Mereka memeluk agama Islam. Peristiwa tersebut dikenal dengan Bai’at Aqaba I. Tahun 622 M, datanglah 73 orang dari Madinah ke Mekah. Mereka merupakan Suku Aus dan Khazraj yang menemui Nabi dan mengajak berhijrah ke Madinah. Mereka menyatakan siap membela dan melindungi Nabi dan para pengikutnya dari Mekah. Peristiwa ini dikenal dengan Bai’at Aqabah II. Hijrah Rasulullah saw Dalam upaya menyelamatkan dakwah Islam dari gangguan kafir Quraisy, Nabi Muhammad, atas perintah Allah, memutuskan hijrah dari Mekah ke Madinah. Namun sebelumnya, Nabi telah memerintahkan kaum mukminin agar hijrah terlebih dahulu ke Madinah. Para sahabat pun segera berangkat secara diam-diam agar tidak dihadang oleh kelompok kafir Quraisy. Menjelang larut malam, Nabi Muhammad saw. menuju ke rumah Abu Bakar dan mengajaknya hijrah. Dalam perjalanannya, mereka berdua sempat bersembunyi di Gua ¢ur selama tiga hari tiga malam. Tidak ada seorang pun yang mengetahui tempat persembunyian itu selain Abdullah bin Abu Bakar, kedua orang puterinya, Aisyah dan Asma, dan pembantu mereka Amir bin Fuhaira. Pada hari ketiga, mereka berdua berangkat dan melanjutkan perjalanan. Supaya aman, Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar mengambil jalan yang tidak pernah dilalui manusia. Abdullah bin Uraiqit dari Banu Du’il diminta sebagai penunjuk jalan. Keduanya membawa Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar menuju Tihama di dekat pantai Laut Merah. Di tengah perjalanan menuju Madinah, Rasulullah saw. singgah di Quba’. Di sana beliau membangun sebuah masjid. Masjid ini menjadi masjid pertama dalam sejarah Islam. Pada hari Jumat pagi, beliau berangkat dari Quba’ dan tiba di perkampungan Bani Salim bin Auf tepat pada waktu Shalat Jumat. Shalat-lah beliau di sana. Inilah Shalat Jumat pertama dalam Islam. Khotbahnya pun merupakan khotbah yang petama. Nabi Muhammad saw. dan Abu Bakar tiba di Madinah pada tanggal 12 Rabiul Awal. Kedatangan beliau telah dinanti-nanti masyarakat Madinah. C. Dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah Setelah sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw. mulai membuat program kerja dan melaksanakannya yaitu membangun masjid, mempersaudarakan antara Muhajirin dan Ansar, dan membuat perjanjian dengan penduduk Madinah Langkah pertama, membangun masjid. Masjid yang pertama dibangun Nabi di Madinah adalah masjid Nabawi. Masjid Nabawi dibangun pada bulan rabiulawal 1 hijriah september 622 SM. Di antara fungsi masjid pada zaman Nabi adalah sebagai tempat mempersatukan umat, bermusyawarah tentang perkembangan Islam, mengkaji ilmu agama, bahkan sebagai pusat pemerintahan Langkah berikut Nabi Muhammad saw. adalah mempersaudarakan antara orang-orang Muhajirin dengan Ansar. Di antara para sahabat yang dipersaudarakan adalah BakarKharijah bin Zuhair bin KhattabItban bin Malik bin RabahAbu Ruwaihah bin AbdillahSa’ad bin Muadz Rahman bin AufSa’ad bin Rabi’ bin AwwamSalamah bin Salamah bin AffanAus bin Tsabit bin UbaidillahKa’ab bin Malik Huzaifah bin UtbahUbbah bin Bisyr bin YasirHuzaifah bin Al Yaman Selanjutnya, Nabi Muhammad saw. merumuskan piagam yang berlaku bagi seluruh kaum muslimin dan orang-orang nonmuslim di Madinah, yang kemudian disebut “Piagam Madinah”. Adapun isi piagam Madinah antara lain Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar. Semua penduduk Madinah dijamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat. Dengan program-program cerdas yang dilakukan Nabi Muhammad saw., Madinah menjadi daerah yang sangat maju baik peradaban maupun kebudayaannya sehingga terkenalah dengan sebutan al-Madinah al-Munawarah kota yang bercahaya.
. pztf0xz6qt.pages.dev/267pztf0xz6qt.pages.dev/72pztf0xz6qt.pages.dev/128pztf0xz6qt.pages.dev/111pztf0xz6qt.pages.dev/429pztf0xz6qt.pages.dev/188pztf0xz6qt.pages.dev/301pztf0xz6qt.pages.dev/44
meneladani perjuangan dakwah rasulullah di madinah