5 Inhibitor Enzim. 6. Aktivator. Enzim adalah sebuah senyawa kimia jenis protein yang berfungsi sebagai katalisator. Enzim sangat diperlukan oleh tubuh terutama untuk proses metabolisme. Oleh sebab itu hal-hal berikut ini penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh terhadap aktivitas enzim. 1. Temperatur.
Pengertian enzim – Pada tubuh manusia terjadi reaksi pemecahan zat-zat makanan untuk menghasilkan energy dalam bentuk ATP. Reaksi ini sebagai salah satu dari beberapa reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Sama halnya pada tubuh tumbuhan, juga terjadi reaksi kimia yang disebut fotosintesis. Sehingga, seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup ini disebut metabolisme. Reaksi-reaksi kimia pada metabolisme ini terjadi sangat cepat. Enzim sebagai komponen yang sangat berperan terhadap reaksi-reaksi yang ada. Apakah grameds tahu tentang enzim? Nah, jika belum tahu, maka bisa simak artikel ini, Grameds. Jadi, tunggu apalagi Yuk kita simak! Pengertian EnzimStruktur EnzimEnzim di Dalam SelSifat-Sifat EnzimEnzim aktif dalam jumlah yang sangat sedikitDengan kondisi stabil, enzim tidak akan terpengaruh pada reaksi yang adaEnzim tidak memengaruhi keseimbangan rekasiKerja katalis enzim spesifikEnzim tersusun atas proteinEnzim merupakan biokatalisatorEnzim dapat digunakan berulang kali/reusableEnzim tidak ikut berubah menjadi produkKerja enzim bersifat bolak-balik atau reversibleEnzim merupakan koloidTidak menentukan arah reaksiKlasifikasi EnzimHidrolase KarbohidraseEsteraseProteinase atau proteaseOksidase dan ReduktaseDesmolase Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja EnzimTemperatur atau suhuKonsentrasi enzim dan substratZat-zat penggiat Inhibitor enzimInhibitor kompetitif Inhibitor non kompetitifInhibitor umpan balikKategori Ilmu BiologiMateri Biologi Kelas 12 pixabay Enzim merupakan biomolekul yang memiliki fungsi sebagai katalis yang ada pada suatu reaksi kimia. Dalam hal ini, katalis adalah senyawa yang mempercepat proses reaksi tanpa habis bereaksi. Jika zat ini tidak ada, maka bisa menghambat aktivitas yang terjadi pada organ tubuh. Selain itu, enzim disebut sebagai biokatalisator yang memiliki peran untuk mempercepat reaksi-reaksi biologi tanpa adanya perubahan struktur pada kimia. Pada reaksi ini, substrat sebagai molekul awal reaksi dan enzim yang mengubah molekul tersebut menjadi molekul-molekul yang berbeda, hal ini disebut dengan produk. Secara umum, semua proses biologis membutuhkan enzim untuk keberlangsungan dengan cepat. Menurut Kuhne 1878, enzim berasal dari kata in dan zyme yang berarti sesuatu di dalam ragi. Berdasarkan studi yang telah diteliti maka enzim merupakan suatu protein yang berupa molekul-molekul besar. Pada enzim terdapat bagian protein yang tidak tahan panas yaitu disebut dengan apoenzim, sedangkan bagian yang bukan protein adalah bagian yang aktif dan diberi gugus prosteti, biasanya berupa logam seperti besi, tembaga, seng atau suatu bahan senyawa organic yang mengandung logam. Apoenzim dan gugus prostetik merupakan suatu kesatuan yang disebut holoenzim, namun ada juga bagian enzim yang apoenzim dan gugus prostetiknya tidak menyatu. Bagian gugus prostetik yang lepas kita sebut sebagai koenzim,yang aktif seperti halnya gugus prostetik. Contoh koenzim adalah vitamin atau bagiannya, seperti vitamin B2, B1, B6, niacin dan biotin. Struktur Enzim Enzim terdiri dari dua komponen, yaitu bagian pro apoenzim dan bukan dari bagian protein gugus prostetik. Apoenzim ini terbentuk dari protein serta bisa dengan mudah berubah. Perubahan ini dapat terjadi tergantung pH serta suhu. Sementara itu, pada gugus prostetik bisa dikatakan sebagai gugus yang sudah tidak aktif lagi. Di dalam zat ini, terkandung berbagai macam unsur logam, yaitu magnesium, natrium, besi, dan mangan. Akan tetapi di dalam prostetik ini terdapat juga bahan-bahan organik yang bukan termasuk protein. Misalnya, vitamin B. Enzim di Dalam Sel pixabay Sel hidup bisa diibaratkan seperti pabrik kimia yang bergantung pada energi yang harus mengikuti berbagai kaidah kimia. Sementara itu, suatu reaksi kimia yang memungkinkan adanya adanya suatu kehidupan disebut juga dengan nama metabolisme. Terdapat reaksi berkesinambungan yang terjadi di dalam setiap sel, sehingga metabolisme merupakan reaksi yang menakjubkan. Lintasan metabolisme harus diatur secara seksama agar sel mempunyai fungsi dan dapat berkembang dengan semestinya. Sel dapat mengatur lintasan metabolisme yang mana yang berjalan dan seberapa cepat dengan cara memproduksi katalis yang tepat yang dinamakan enzim dalam jumlah yang sesuai dan pada saat diperlukan. Hampir semua reaksi kimia berlangsung sangat lambat tanpa katalis dan enzim merupakan katalis yang lebih khas dan lebih kuat dibandingkan dengan ion logam atau senyawa anorganik lainnya, yang dapat diserap tumbuhan dan tanah. Jadi, enzim umumnya meningkatkan kecepatan reaksi dengan faktor antara 18Y HINGGA 1020. Dibanding dengan katalis buatan manusia, enzim biasanya 10K hingga 10c kali lebih efektif. Enzim juga jauh lebih spesifik daripada katalis anorganik atau bahkan katalis organik sintetik dalam hal ragam reaksi yang dapat dikatalisis, sehingga reaksi dapat dikendalikan dengan terbentuknya senyawa tertentu yang dibutuhkan untuk senyawa dalam kehidupan. Pada katalisator memiliki fungsi untuk mempercepat terhadap reaksi yang bisa digunakan secara berulang-ulang. Misalnya, satu katalisator bisa membuat reaksi sebanyak 2 sampai 3. Di dalam sel enzim terdistribusi merata di seluruh plasma, tetapi terkonsentrasi pada organel-organel tempat terjadinya reaksi. Contohnya, enzim yang berkaitan dengan reaksi Calvin dan Krebs berkumpul di mitokondria dan kloroplas. Enzim yang dibutuhkan dalam sintesis DNA dan RNA serta untuk proses mitosis terdalam di dalam inti sel. Enzim-enzim si dalam sel akan bekerja secara berkesinambungan. Artinya, produk suatu tahap reaksi akan dibebaskan pada tempat dimana produk ini dapat segara dikonversi oleh enzim lain berikutnya. Ada beberapa enzim yang dijumpai di luar organela, tetapi juga tidak tersebar karena adanya reticulum endoplasma yang becabang-cabang. Mengetahui enzim lebih dalam bisa melalui buku Enzim dan Pemanfaatannya. Dalam buku ini, pembaca bisa mengetahui manfaat enzim bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga manfaat enzim untuk industri. Selain itu, lewat buku ini, kamu akan lebih mudah dalam memahami karakteristik enzim. Segera dapatkan buku ini, dengan klik tombol “Beli Sekarang”. Sifat-Sifat Enzim Selain membahas tentang pengertian dan juga struktur enzim, maka pada poin ini, kita akan membahas tentang sifat-sifat enzim. Enzim aktif dalam jumlah yang sangat sedikit Hal ini hanya membutuhkan sejumlah kecil enzim untuk mengubah di dalam reaksi kimia. Dengan kondisi stabil, enzim tidak akan terpengaruh pada reaksi yang ada Hal ini dapat terjadi karena sifat protein dan enzim aktivitas dipengaruhi oleh pH dan suhu. Pada kondisi yang dianggap tidak optimum suatu enzim merupakan senyawa realtif tidak stabil dan dipengaruhi oleh reaksi yang dikatalisisnya. Enzim tidak memengaruhi keseimbangan rekasi Meskipun enzim mempercepat penyelesaian suatu reaksi, enzim tidak mempengaruhi keseimbangan reaksi tersebut. Jika kecepatan yang tinggi, maka suatu enzim akan mempunyai timbal balik dalam sistem hidup yang berlangsung. Kerja katalis enzim spesifik Enzim menunjukkan kekhasan untuk reaksi yang dikatalisnya. Jadi, pada suatu enzim yang mengkatalis suatu reaksi, maka enzim tersebut tidak mengkatalis enzim lainnya. Enzim tersusun atas protein Zat pembentuk atau penyusun enzim adalah protein. Akan tetapi, tidak semua jenis protein adalah enzim. Enzim merupakan biokatalisator Enzim merupakan biokatalisator yang jika diartikan adalah enzim hanya dapat mengubah kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energinya. Enzim dapat digunakan berulang kali/reusable Selama enzim tidak rusak, maka enzim dapat digunakan berulang-ulang kali karena tidak ikut bereaksi. Enzim tidak ikut berubah menjadi produk Meskipun enzim bekerja untuk mengubah substrat menjadi produk, tetapi enzim tidak ikut berubah menjadi produk juga, ya grameds. Kerja enzim bersifat bolak-balik atau reversible Suatu enzim dapat melakukan reaksi dua arah, yaitu substrat menjadi produk atau produk menjadi substrat. Enzim merupakan koloid Enzim tersusun atas komponen protein. Oleh sebab itu, sifat enzim tergolong koloid. Aktivitas pada enzim cenderung besar karena ia memiliki permukaan antar partikel yang cukup besar. Tidak menentukan arah reaksi Enzim tidak mempunyai peran untuk melangkah kemana arah reaksi tersebut. Misalnya, tubuh yang kekurangan glukosa maka akan bisa memecah gula cadangan atau glikogen dan juga sebaliknya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau enzim ini tersusun dari protein. Oleh sebab itu, melalui buku Protein & Enzim, pembaca akan lebih mudah dalam memahami hubungan antara protein dan juga enzim. Buku yang ditulis dengan bahasa yang sederhana ini, sangat pas untuk dibaca oleh para mahasiswa yang sedang mendalami protein dan enzim. Klasifikasi Enzim Berikut ini klasifikasi enzim yang perlu kamu ketahui. Hidrolase Hidrolase adalah enzim-enzim yang dapat melakukan penguraian terhadap suatu zat dengan adanya bantuan dari air. Hidrolase sendiri masih terbagi menjadi beberapa bagian berdasarkan substratnya, antara lain Karbohidrase Karbohidrase merupakan enzim yang mengeluarkan golongan karbohidrat. Kelompok ini masih dipecah lagi menurut karbohidrat yang diuraikan, misal Amylase, yaitu enzim yang menguraikan amilum suatu polisakarida menjadi maltosa 9 suatu disakarida. Maltase, adalah enzim yang memproses maltosa menjadi glukosa. Sukrase, merupakan enzim yang mengubah sukrosa gula tebu menjadi glukosa dan fruktosa. Laktase adalah enzim yang dapat mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa. Selulase, merupakan enzim yang memproses selulosa suatu polisakarida menjadi selobiosa suatu disakarida. Pectinase, yaitu enzim yang menguraikan pectin menjadi asam pectin. Esterase Esterase merupakan enzim-enzim yang menguraikan golongan ester. Contoh-contohnya Lipase, adalah enzim yang menghancurkan lemak menjadi gliserol dan asam lemak. Fosfatase, adalah enzim yang memproses suatu ester hingga terlepas asam fosfat. Proteinase atau protease Proteinase atau protease yaitu enzim-enzim yang menghancurkan golongan protein. Contoh-contohnya Peptidase, adalah enzim yang memproses petida menjadi asam amino. Gelatinase yaitu enzim yang menguraikan gelatin. Renin adalah enzim yang memecah kasein dari susu. Oksidase dan Reduktase Oksidase dan reduktase adalah enzim yang membantu dalam proses oksidasi dan reduksi. Enzim oksidase dibagi lagi menjadi Dehydrogenase yaitu enzim ini memegang peranan penting dalam mengubah zat-zat organik menjadi hasil-hasil oksidasi. Katalase adalah enzim yang dapat melakukan penguraian terhadap hidrogen peroksida menjadi oksigen serta air. Desmolase Desmolase adalah enzim-enzim yang menguraikan ikatan-ikatan C-C, C-N dan beberapa ikatan lainnya. Enzim desmolase dibagi lagi menjadi Karboksilase adalah enzim yang menguraikan asam piruvat menjadi asetaldehida. Transaminase yaitu enzim yang memindahkan gugusan amino dari suatu asam amino ke suatu asam organic sehingga yang terakhir ini berubah menjadi suatu asam amino. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim antara lain temperature, derajat keasaman pH, konsentrasi enzim dan substrat, kofaktor dan inhibitor. Tiap enzim memerlukan suhu dan pH tingkat keasaman optimum yang berbeda-beda karena enzim adalah protein yang dapat mengalami perubahan jika bentuk suhu dan keasaman berubah. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh molekul lain. Inhibitor sebagai molekul yang meminimalisir aktivitas enzim, sedangkan untuk activator molekul yang meningkatkan aktivitas enzim. Berikut ini faktor-faktor yang dapat memengaruhi kinerja dari enzim. Temperatur atau suhu Enzim yang tersusun dari protein, sangat peka terhadap temperature. Apabila temperatur terlalu tinggi maka dapat menyebabkan denaturasi protein. Temperature yang terlalu rendah dapat menghambat reaksi. Pada umumnya temperature optimum enzim adalah 30- 400C. Kebanyakan enzim tidak menunjukkan reaksi jika suhu turun hingga 0c, namun enzim tidak rusak, bila suhu normal maka enzim akan aktif kembali. Enzim dapat tahan pada suhu rendah, namun jika suhu diatas 500 c akan mengalami kerusakan. Konsentrasi enzim dan substrat Agar reaksi berjalan dengan optimum, maka perbandingan jumlah antara enzim dan subtract harus sesuai. Jika enzim terlalu sedikit dan substrat terlalu banyak reaksi akan berjalan lambat, bahkan ada subtract yang tidak terkatalisasi. Reaksi akan cepat jika enzim semakin banyak. Zat-zat penggiat Adapun zat kimia tertentu bisa meningkatkan enzim. Misalnya, garam-garam dan juga logam alkali dengan konsentrasi encer yakni 2 persen hingga 5 persen, sehingga bisa mengontrol kerja enzim. Adapun zat-zat penggiat lainnya, seperti Mn, Mg, Co, ion, dan sebagainya. Inhibitor enzim Beberapa zat kimia bisa menghambat kinerja enzim. Misalnya saja, garam yang mengandung raksa dan juga sianida. Ada tiga jenis inhibitor atau penghambat yang perlu grameds pahami. Berikut ini diantaranya Inhibitor kompetitif Pada penghambatan inhibitor, maka setiap zat penghambatnya memiliki struktur yang hampir sama dengan struktur substrat. Oleh sebab itu, zat penghambat akan berpotensi terhadap sisi aktif enzim. Jika penghambat lebih dulu berkaitan dengan sisi aktif enzim, maka substratnya tidak dapat lagi berikatan dengan sisi aktif enzim. Inhibitor non kompetitif Pada penghambatan ini, substrat sudah tidak dapat berikatan dengan kompleks enzim inhibitor, karena sisi aktif enzim berubah. sehingga enzim akan kehilangan aktivitasnya. Oleh karena itu, permukaan sisi aktif tidak dapat berhubungan dengan substrat. Inhibitor umpan balik Suatu reaksi yang dapat menghambat sebuah proses kerja enzim pada reaksi tersebut. Dari semua pembahasan di atas, dapat dikatakan bahwa enzim ini sangat dibutuhkan oleh tubuh. Selain itu, ada juga beberapa faktor yang akan memengaruhi kerja dari enzim itu sendiri. Nah, itulah pengertian, struktur, sifat dan faktor yang mempengaruhi enzim, ya grameds. Ternyata enzim mempunyai peran yang penting dalam kelangsungan hidup makhluk hidup ya. Semoga semua pembahasan di atas bermanfaat sekaligus bisa menambah wawasan kamu. Jika Grameds masih bingung, dan membutuhkan referensi terkait tentang pengertian, struktur, sifat dan faktor yang mempengaruhi enzim secara lengkap, kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di Sebagai SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Semoga artikel ini menginspirasimu ya! Penulis Rosyda Nur Fauziyah Rujukan ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien 5Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Beserta Penjelasannya lengkap. By hasbimutsani Posted on June 18, 2021. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim - Sudah tahukah anda apa itu enzim? Enzim merupakan molekul [] Recent Posts. Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Dan Kurva – Nah berdasarkan sifat-sifat protein yang dimilikinya kerja enzim dipengaruhi oleh 4 faktor, keempat faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut diantaranya yaitu suhu atau temperature, pH “derajat keasaman”, konsentrasi enzim dan substrat serta pengaruh zat penghambat “inhibitor”, secara lengkap pengaruh dari keempat faktor tersebut dijelaskan sebagaimana berikut. Pengertian EnzimJenis Dan Fungsi Enzim Pencernaan ManusiaAmilaseMaltaseLaktaseLipaseProteaseSukraseFaktor Yang Mempengaruhi Kerja EnzimPengaruh TemperaturPengaruh pHPengaruh Konsentrasi Substrat Dan EnzimPengaruh InhibitorInhibitor KompetitifInhibitor Non Kompetitif Pengertian Enzim Enzim adalah sejenis protein yang ditemukan di dalam sel. Enzim membuat reaksi kimia dalam tubuh. Fungsi enzim di dalam tubuh sangat penting, yaitu membangun otot, menghancurkan racun, dan memecah partikel makanan selama proses pencernaan. Enzim diproduksi secara alami di dalam tubuh. Misalnya, enzim diperlukan untuk fungsi sistem pencernaan yang tepat. Enzim pencernaan sebagian besar diproduksi di pankreas, lambung, dan usus kecil. Namun, kelenjar ludah juga menghasilkan enzim pencernaan untuk memecah molekul makanan saat kamu mengunyah. Seseorang juga bisa mengonsumsi enzim dalam bentuk pil jika mengalami masalah pencernaan tertentu. Jenis Dan Fungsi Enzim Pencernaan Manusia Dari jenis-jenis enzim pencernaan yang berbeda menargetkan nutrisi tertentu, memecahnya menjadi bentuk yang akhirnya bisa diserap. Jenis dan fungsi enzim pencernaan yang paling penting adalah Amilase Amilase penting untuk pencernaan karbohidrat. Ia memecah pati menjadi gula. Amilase disekresikan oleh kelenjar ludah dan pankreas. Pengukuran kadar amilase dalam darah terkadang digunakan sebagai bantuan dalam mendiagnosis berbagai penyakit pankreas atau saluran pencernaan lainnya. Tingkat amilase yang tinggi dalam darah bisa mengindikasikan saluran pankreas yang tersumbat atau terluka, kanker pankreas, atau pankreas akut, peradangan pankreas secara tiba-tiba. Kadar amilase yang rendah bisa mengindikasikan pankreatitis kronis atau penyakit hati. Maltase Maltase disekresikan oleh usus kecil dan bertanggung jawab untuk memecah maltosa gula malt menjadi glukosa gula sederhana yang digunakan tubuh sebagai energi. Selama pencernaan, pati sebagian diubah menjadi maltosa oleh amilase. Maltase kemudian mengubah maltosa menjadi glukosa yang digunakan oleh tubuh atau disimpan di hati sebagai glikogen untuk digunakan di masa mendatang. Laktase Laktase adalah jenis enzim yang memecah laktosa, gula yang ditemukan dalam produk susu, menjadi gula sederhana glukosa dan galaktosa. Laktase diproduksi oleh sel-sel yang dikenal sebagai enterosit yang melapisi saluran usus. Laktosa yang tidak diserap mengalami fermentasi oleh bakteri dan bisa menyebabkan gangguan gas dan usus. Lipase Lipase berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol alkohol gula sederhana. Lipase diproduksi dalam jumlah kecil oleh mulut dan perut, dan dalam jumlah yang lebih besar oleh pankreas. Protease Enzim ini juga disebut peptidase, enzim proteolitik, atau proteinase. Fungsi enzim pencernaan ini memecah protein menjadi asam amino. Selain itu, mereka berperan dalam berbagai proses tubuh, termasuk pembelahan sel, pembekuan darah, dan fungsi kekebalan tubuh. Sukrase Sukrase disekresikan oleh usus kecil, di mana ia memecah sukrosa menjadi fruktosa dan glukosa, gula sederhana yang bisa diserap tubuh. Sukrase ditemukan di sepanjang vili usus, tonjolan kecil seperti rambut yang melapisi usus dan membawa nutrisi ke dalam aliran darah. Enzim sangat penting untuk kesehatan tubuh. Selain diproduksi secara alami oleh tubuh, kamu bisa memperoleh enzim dari buah-buahan, sayuran, dan makanan lainnya. Enzim juga tersedia dalam bentuk suplemen. Jika tubuh kamu dalam kondisi kesehatan yang baik, cukup jalani pola makan sehat yang seimbang. Hindari mengonsumsi suplemen enzim hanya agar ingin menjadi lebih sehat. Hal itu justru berdampak buruk pada metabolisme. Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Adapun faktor yang mempengaruhi kerja enzim sebagai berikut Pengaruh Temperatur Karena enzim merupakan zat yang tersusun atas protein, maka enzim juga memiliki sifat thermolabil atau sifat mudah rusak karena pengaruh suhu. Oleh karena itu suhu atau temperature termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kerja enzim. Suhu terlalu tinggi akan membuat enzim mengalami denaturasi protein atau kerusakan, sementara suhu yang terlalu rendah akan membuat reaksi kerja enzim terhambat. Dan masing-masing enzim memiliki suhu optimum yang berbeda, akan tetapi rata-rata enzim dapat bekerja pada suhu optimum antara 30 sd 40 derajat celcius. Umumnya enzim tidak akan menunjukan reaksi jika suhu disekitarnya turun hingga 0 derajat celcius. Akan tetapi pada suhu ini enzim tidak akan rusak, ia akan bekerja dan aktif kembali jika suhu telah normal. Enzim baru akan rusak jika terkena pengaruh temperature yang tinggi. Enzim rusak bila kondisi suhu disekitarnya mencapai 60 derajat celcius, secara sederhana, pengaruh suhu terhadap kerja enzim. Pengaruh pH Selain suhu pH juga termasuk salah satu faktor yang mempengaruhi kerja enzim, perubahan pH pada lingkungan sekitar enzim akan membuat perubahan asam amino kunci di sisi aktif enzim. Hal ini membuat sisi aktif enzim terhalang untuk dapat bergabung dengan substrat pH optimum yang diperlukan masing-masing enzim mempunyai kisaran yang berbeda, tergantung dari jenis enzimnya, secara sederhana grafik pengaruh pH terhadap laju reaksi enzim. Pengaruh Konsentrasi Substrat Dan Enzim Reaksi kerja enzim dapat optimum jika perbandingan antara konsentrasi subnstrat dan enzim berada dalam jumlah yang seimbang. Bila jumlah enzim lebih sedikit disbanding jumlah substratnya, maka rekasi hanya akan berjalan lambat sehingga ada beberapa substrat yang tidak terkatalisasi. Sementara bila jumlah enzim lebih banyak dibanding jumlah substratnya, maka reaksi akan berjalan sangat cepat. Secara sederhana pengaruh konsentrasi sebagai faktor yang mempengaruhi kerja enzim. Pengaruh Inhibitor Laju reaksi enzim sebagai biokatalisator suatu substrat juga dipengaruhi adanya zat penghambat atau inhibitor. Bila inhibitor ditambahkan atau muncul dalam lingkungan reaksi, maka kecepatan kerja enzim akan menurun. Cara kerja inhibitor ini ialah dengan membentuk ikatan kompleks enzim-inhibitor yang masih mampu atau tidak mampu bereaksi dengan substratnya. Secara umum ada 2 jenis inhibitor dalam faktor yang mempengaruhi kerja enzim, keduanya yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non kompetitif. Inhibitor Kompetitif Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang mempunyai susunan mirip bersama substrat. Oleh karenanya, pada inhibitor dan substrat bakal saling bersaing di dalam jalankan ikatan dan berhimpun bersama sisi aktif enzim. Bila inhibitor yang lebih dulu berikatan, maka substrat tidak bakal terkatalis, begitupun sebaliknya Inhibitor Non Kompetitif Inhibitor non kompetitif adalah inhibitor yang jika udah jalankan ikatan terhadap suatu anggota enzim bisa merubah sisi aktif enzim menjadi tidak cocok bersama susunan substrat. Semoga dengan adanya ulasan tersebut mengenai Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Dan Kurva Pengaruhnya dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya. 4Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim. Biokimia Naisha Pratiwi — August 06, 2021 1:23 am Comments off. Sifat kerja enzim dan faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim dibahas di bawah ini. Kondisi reaksi berdampak besar pada aktivitas enzim. Enzim sangat memperhatikan kondisi optimal yang disediakan untuk reaksi seperti suhu, pH a. pH Nilai pH dapat mempengaruhi aktifitas enzim, masing-masing enzim memiliki kadar pH optimal. Hal ini mungkin disebabkan perubahan pada pH yang mempengaruhi struktur spasial enzim, sehingga mengubah aktivitas enzim. Kerja ekstrasi dilakukan pada kondisi pH yang berbeda, sementara variabel ekstrasi lain mengatur sebagai berikut jumlah enzim yang komplek 2%, waktu ekstrasi 3 jam, dan suhu ekstrasi 60 derajat celsius. Hasil ekstrasi polisakarida terus meningkat dengan pH dan mencapai nilai puncak pada pH 4. Jadi, ekstraksi polisakarida tidak meningkat ketika nilai pH meningkat Xiulian Yin et al., 2011. Menurut Yusriah dan Kuswytasari 2013, aktivitas protease optimum terjadi pada suhu 400C dengan pH 8. Berdasarkan pH optimumnya, protease di klasifikasikan pada protease asam, netral dan alkalin. Rentang pH 8 – 12 dapat diklasifikasikan sebagai protease alkalin. pH berpengaruh terhadap kecepatan aktivitas enzim dalam mengkatalis suatu reaksi. Hal ini disebabkan konsentrasi ion hidrogen mempengaruhi struktur dimensi enzim dan aktivitasnya. Setiap enzim memiliki pH optimum di mana pada pH tersebut struktur tiga dimensinya paling kondusif dalam mengikat substrat. Aktivitas enzim yang menurun karena perubahan pH disebabkan oleh berubahnya keadaan ion substrat dan enzim. b. Konsentrasi enzim dan substrat Menurut Suhandana et al. 2013, pembentukan kompleks enzim substrat membatasi kecepatan reaksi enzimatis. Kecepatan maksimum reaksi enzim dicapai pada tingkat konsentrasi substrat yang sudah mampu mengubah seluruh enzim menjadi kompleks enzim substrat pada keadaan lingkungan yang memungkinkan. Reaksi enzim tergantung pada konsentrasi substrat yang ditambahkan, sedangkan pada konsentrasi substrat diatas konsentrasi tersebut kecepatan reaksi menjadi tidak tergantung pada konsentrasi substrat. Aktivitas enzim PPO diuji menggunakan konsentrasi substrat yang berbeda. Konsentrasi substrat yang optimum pada enzim PPO adalah 7,5 mM di mana apabila nilai substrat lebih rendah membuat aktivitas enzim meningkat dan apabila lebih tinggi membuat aktivitas enzim menurun. Konsentrasi substrat adalah salah satu faktor yang dapat mempengaruhi aktivitas enzim amilase. Penambahan konsentrasi substrat akan menaikkan aktivitas enzim sampai mencapai batas maksimum. Pada kondisi tersebut semua enzim telah jenuh dengan substrat, sehingga penambahan substrat sudah tidak akan meningkatkan aktivitas enzim amilase. Pada konsentrasi substrat 12,5% enzim memiliki aktivitas maksimum yaitu 0,0476 det-. Peningkatan aktivitas enzim amylase terjadi pada konsentrasi substrat 5-12,5% dan mulai konstan dari konsentrasi 12,5-17,5%. Hal ini disebabkan karena enzim sudah jenuh dengan substrat. Pada konsentrasi substrat yang rendah, sisi aktif tempat terjadinya kontak antara enzim dan substrat hanya menampung substrat yang sedikit. Dalam kondisi ini konsentrasi kompleks enzim-substrat sedikit dan menyebabkan aktivitas enzim kecil. Bila konsentrasi substrat diperbesar, maka semakin banyak substrat yang dapat berhubungan dengan enzim pada sisi aktif tersebut. Akibatnya kompleks enzim-substrat semakin besar dan aktivitas enzim juga semakin besar Bahri et al., 2012. c. Suhu Menurut Yusriah dan Kuswytasari 2013, faktor lain yang berpengaruh terhadap aktivitas protease adalah suhu. Adanya peningkatan suhu akan meningkatkan energi kinetik, sehingga menambah intensitas tumbukan antara substrat dan enzim. Akan tetapi, peningkatan suhu lebih lanjut akan menurunkan aktivitas enzim. Hal ini disebabkan karena enzim akan mengalami denaturasi. Enzim mengalami perubahan konformasi pada suhu yang terlalu tinggi, sehingga substrat terhambat dalam memasuki sisi aktif enzim. Menurut Wuryanti 2004 dalam Noviyanti et al. 2012, kemampuan protease dalam mempercepat reaksi dipengaruhi beberapa faktor yang menyebabkan enzim dapat bekerja dengan optimal dan mempengaruhi aktivitas enzim. Pada temperatur rendah, reaksi enzimatis berlangsung lambat. Sedangkan kenaikan temperatur akan mempercepat reaksi, sehingga suhu optimum tercapai dan reaksi enzimatis mencapai maksimum. Kenaikan temperatur melewati temperatur optimum akan menyebabkan enzim terdenaturasi dan menurunkan kecepatan reaksi enzimatis. d. Aktivitas dan Inhibitor Menurut Fikri et al.2012, aktivator berikatan dengan enzim yang menyebabkan kenaikan kecepatan reaksi enzim, sedangkan inhibitor berikatan dengan enzim dan menyebabkan kecepatan reaksi enzim menurun. Beberapa enzim dan inhibitor memerlukan ion-ion tertentu untuk menjaga kestabilan aktivitasnya. Ion-ion tersebut dapat bertindak sebagai inhibitor pada konsentrasi tertentu, tapi juga dapat menjadi aktivator pada konsentrasi berbeda. Inhibitor berikatan dengan enzim yang belum berikatan dengan activator. Banyak ion logam yang bekerja sebagi inhibitor non-kompetitif. Menurut Sinclair dan Guarente 2011, terdapat beberapa keuntungan dalam mengetahui aktivator dan inhibitor pada enzim. Dapat diketahui bahwa kerja inhibitor tidak selalu menginduksi sel dan fisiologis. Aktivitas inhibitor diperkuat oleh kerja enzim-enzim yang lain. Aktivator biasanya berhubungan dengan protein yang memiliki target lebih besar pada enzim. Mekanisme aktivator dapat mengurangi efek negatif yang ditimbulkan mekanisme inhibitor. Publisher Gery Purnomo Aji Sutrisno Fpik Universitas Brawijaya Angkatan 2015 Daftar Pustaka Bahri, Syaifu.,M. Mirzandan M. Karakterisasi enzim amilase dari kecambah biji jagung ketan Zea mays ceratinaL.. Jurnal Natural Science. 11 132-143. Fikri, M. Z., T. Nurhayanti dan E. Salamah. dan karakterisasi parsial ekstrak kasar enzim katepsin dari ikan patin. J. Teknol dan Industri Pangan. 251 119-123. Noviyanti,T., dan temperatur terhadap aktivitas enzim protase dari daun sansakng Pycnarrhena cauliflora Diels. JKK. 1131-34. Suhandana, M., T. Nurhayati dan L. Ambarsari. 2013. Karakterisasi ekstrak kasar enzim Polyphenoloxidase dari udang windu Penaeus monodon. Jurnal Ilmu KelautanTropis. 52 353-364. Xiulian Yin, Qinghong You and Zhonghai Jiang. 2011. Optimization of enzyme assisted extraction of polysaccharides from Tricholoma matsutake by response surface methodology. Carbohydrate Polymers. 86 1358-1364. Yusriah dan Kuswytasari. 2013. Pengaruh pH dan suhu terhadap aktivitas protease Penicillium sp. Jurnal Seni dan Seni Pomits. 21 2337- 3520.
FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim. Berikut ini merupakan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim. 1. Temperatur (suhu) Enzim memiliki sifat termolabil, yang artinya aktivitas enzim selau dipengaruhi oleh suhu. Aktivitas tersebut akan terus meningkat sampai dengan batas suhu tertentu. Batas suhu dinamakan dengan suhu optimum
Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis dan bertanggung jawab untuk laju dan kekhususan yang tinggi dari satu atau lebih reaksi biokimia intraselular dan ekstraselular. Enzim bekerja dengan membentuk kompleks enzim – substrat. Reaksi enzim selalu bolak-balik. Hampir semua enzim adalah protein globular yang terdiri atas polipeptide tunggal atau dua atau lebih polipeptide yang diikat bersama dalam struktur kuarternari oleh ikatan non-kovalen. Ini disebabkan oleh konfigurasi tiga dimensi yang ada dalam larutan, enzim – enzim bertindak terhadap molekul – molekul lain substrat, dan mengkatalis satu tipe tetapi tidak harus satu reaksi memungkinkan adanya satu atau dua sisi aktif domain yang mengikat untuk sementara dan biasanya secara non-kovalen dengan molekul substrat yang setara untuk membentuk satu atau lebih kompleks enzim-substrat ES, katalisis hanya terjadi selama adanya kompleks atau lebih produk kemudian dilepaskan sehingga sisi aktifnya bebas lagi untuk mengikat substrat yang baru. Sisi aktif mempunyai konformasi dan distribusi muatan yang khusus substrat dan komponen asam aminonya, akan mengubah posisinya yang tiga dimensi induced fit sebagai substrat pengikat, sehingga memungkinkan beberapa sub-reaksi terlibat dalam katalis untuk enzim hanyalah mempercepat laju reaksi, yang posisi ekuilibrium dari reaksi bolak-baliknya dipertahankan. Proses kerja enzim dapat diterangkan dalam konteks pengertian termodinamika. Enzim akan memperkecil energi aktivasi reaksi –reaksi, sehingga memungkinkannya untuk terjadi lebih cepat pada suhu rendah hal ini sangat penting dalam sistem biologis. Sekarang diketahui bahwa molekul RNA dapat bertindak sebagai katalis reaksi – reaksi, kadang – kadang melibatkan diri sebagai substrat. Ketika molekul – molekul RNA itu melibatkan molekul non-RNA sebagai substrat maka RNA dapat dianggap sebagi enzim dalam arti umumnya, sel hanya dapat melakukan apa yang dimungkinkan oleh enzim – enzim untuk dikerjakan. Selama evolusi dan perkembangan multiselular, sel – sel menjadi tampak dan berfungsi berlainan satu sama lain karena mereka mempunyai kemampuan biokimia yang berbeda – kerja enzim diterangkan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan kunci Lock and Key Theory yang dikemukakan oleh Fischer 1898. Teori ini menjelaskan bahwa enzim diumpamakan sebagai gembok karena memiliki sebuah bagian kecil yang dapat berikatan dengan substrat. Bagian ini disebut sisi aktif. Sementara itu, substrat diumpamakan sebagai kunci karena dapat berikatan secara pas dengan sisi aktif enzim. Kemudian, teori kecocokan yang terinduksi Induced Fit Theory yang dikemukakan oleh Daniel Koshland. Teori ini menjelaskan bahwa sisi aktif enzim dapat berubah bentuk sesuai dengan substratnya fleksibel.Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim1. Suhu TemperaturSifat Sifat Enzim seperti Enzim bersifat termolabil, artinya aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Aktivitas enzim akan terus meningkat sampai batas suhu tertentu. Batas suhu tersebut dinamakan suhu optimum. Jika enzim berada di bawah suhu optimum maka kerja enzim akan terhambat. Enzim pada suhu 0oC atau di bawahnya brsifat nonaktif. Akan tetapi pada suhu tersebut enzim tidak suhu dapat meninkatkan akivitas enzim. Namun, jika suhu melebihi batas optimum enzim dapat mengalami denaturasi atau kerusakan. Hal ini, akan mengakibatkan enzim tidak dapat berfungsi sebagai katalis lagi. Contoh, enzim manusia memiliki suhu optimum 35oC – 40oC, enzim pada bakteri yang hidup di air panas memiliki suhu optimum 70oC atau Derajat Keasaman pHKarena molekul enzim pada umumnya adalah protein globular, bentuk dan fungsinya dapat dipengaruhi oleh perubahan pH cairan di sekitarnya. Enzim memiliki pH optimum yang dapat bersifat basa maupun asam. Sebagian besar enzim memiliki pH optimum antara 6 – 8. Perubahan pH mengakibatkan sisi aktif enzim berubah keefektifannya dalam membentuk kompleks enzim – substrat, sehingga dapat menghalangi terikatnya substrat pada sisi aktif itu, perubahan pH juga mengakibatkan proses denaturasi kerusakan pada enzim. Denaturasi oleh pH yang ekstrim biasanya bersifat bolak-balik, tetapi tidak bolak-balik pada denaturasi yang terjadi karena suhu panas. Peningkatan suhu akan meningkatkan laju tumbukan antara enzim dan molekul substrat, sehingga akan meningkatkan laju pembentukan kompleks enzim-substrat dan meningkatkan keceptan ini bertentangan dengan peningkatan denaturasi enzim pada suhu optimum karena reaksi itu teralampaui. Akhirnya reaksi itu berhenti, kadang – kadang hanya pada temperatur lebih dari 100oC. Contoh enzim ptialin di mulut hanya dapat bekerja pada pH netral, enzim pepsin di lambung bekerja pada pH asam, sedangkan enzim tripsin di usus bekerja pada pH Konsentrasi Enzim dan Substrat Semakin besar konsentrasi enzim akan meningkatkan kecepatan reaksi. Peningkatan kecepatan reaksi akan terus bertambah hingga tercapai kecepatan konstan yakni jika semua substrat sudah terikat oleh enzim. Konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan konsentrasi substrat dalam suatu reaksi akan meningkatkan kecepatan reaksi jika jumlah enzim dalam reaksi tersebut tetap. Namun, ketika semua sisi aktif enzim sedang bekerja, penambahan konsentrasi substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi. Keadan demikian menunjukkan bahwa kecepatan reaksi telah mencapai titik maksimum. Peningkatan kecepatan reaksi akan terus bertambah hingga tercapai kecepatan konstan yakni jika semua enzim mengikat setiap saat, proporsi molekul – molekul enzim yang terikat pada substrat akan tergantung pada konsentrasi substratnya. Karena konsentrasi meningkat, kecepatan awal dari reaksi Vo pada saat penambahan enzim akan meningkat sampai suatu nilai maksimum, Vmax, pada tingkat substrat, enzim tersebut dikatakan jenuh seluruh sisi aktif maksimum, dan penambahan jumlah substrat tidak akan menaikkan Vo. Nilai konsentrasi substrat pada saat Vo = ½ Vmax dikenal dengan tetapan MICHAELS Km untuk reaksi substrat-enzim. Rendahnya nilai Km menunjukkan afinitas tinggi dari enzim untuk enzim misalnya aspartase hanya mengikat satu molekul substrat yang sangat khusus; enzim yang lain dapat mengikat berbagai substrat lain yang khusus untuk enzim tersebut misalnya semua ikatan peptida terminal dalam kasus eksopeptidase. Perbedaan itu timbul dari derajat stereospesifitas enzimnya. Banyak yang memerlukan gugus prostetik yang menempel atau koenzim yang dapat melebur untuk menjalankan aktivitasnya. Pada enzim – enzim itu komponen proteinnya dinamakan apoenzim dan seluruh kompleks enzim-kofaktor fungsional dinamakan Zat – zat Penggiat AktivatorAktivator merupakan zat atau molekul yang berfungsi untuk memacu atau mempercepat reaksi enzim. Contoh dari aktivator antara lain garam – garam dari logam alkali dalam kondisi encer 2% – 5%, dan ion logam seperti Ca, Mg, Ni, Mn, dan Cl. Dan ini juga merupakan Faktor yang Mempengaruhi Kerja Zat – zat Penghambat InhibitorInhibitor merupakan sutau molekul yang dapat menghambat aktivitas enzim. Terdapat dua macam inhibitor enzim, yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor KompetitifInhibitor kompetitif inhibitor irreversible merupakan molekul penghambat kerja enzim yang bekerja dengan cara bersaing dengan sisi aktif enzim. Inhibitor kompetitif inhibitor irreversible berikatan secara kuat pada sisi aktif enzim. Pengikatan ini berlangsung bolak-balik sehingga persentase penghambatan untuk tingkat inhibitor yang tetap menjadi berkurang kalau substratnya inhibitor kompetitif ini dapat dihilangkan dengan cara menambah konsentrasi substrat. Contoh yang teramat penting dari pengikatan ini adalah melibatkan enzim yang paling berlimpah, ribulose bifosfat karboksilase, enzim –penambat CO2 pada C3 fotosintesis, dalam proses ini molekul – molekul O2 bersaing dengan molekul – molekul CO2 untuk sisi aktif dan contoh lainnya adalah sianida yang terlarut dalam darah bersaing dengan oksigen untuk berikatan dengan sisi aktif NonkompetitifInhibitor yang terikat pada sisi alosetrik enzim selain sisi aktif enzim disebut inhibitor nonkompetitif. Inhibitor nonkompetitif adalah molekul penghambat kerja enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif enzim, yang dapat menyebabkan sisi aktif enzim berubah dan tidak dapat berfungsi lagi. Sehingga substrat tidak dapat berikatan dengan sisi aktif enzim. Inhibitor ini tidak dapat dihilangkan walaupun dengan menambahkan substrat. Contoh inhibitor nonkompetitif yaitu Ag+, Hg2+, dan Pb2+. Perhatikan gambar di bawah ini!Demikianlah penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi kerja enzim. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan menambah pegetahuan kita semua.
Aktivatoradalah suatu zat atau molekul, dimana berfungsi untuk memacu maupun mempercepat reaksi enzim. Seperti contoh dari aktivator ialah garam- garam dari logam alkali pada kondisi encer (2% - 5%), serta ion logam seperti Ca, Mg, Ni, Mn, dan Cl. Hal ini juga ialah suatu Faktor yang Mempengaruhi Kerja Enzim. Baca Juga : Fungsi Sitoplasma. 5.
Oleh Yopi Nadia, Guru SDN 106/IX Muaro Sebapo, Muaro Jambi, Provinsi Jambi - Enzim adalah senyawa protein yang mempunyai molekul besar. Ada beberapa enzim yang hanya terdiri atas beberapa polipeptida dan tidak memiliki kandungan gugus kimia, selain residu asam amino. Namun, ada enzim lain yang membutuhkan tambahan komponen untuk aktivitasnya. Komponen itu disebut gugus prostetik. Gugus prostetik merupakan ion atau molekul yang dibutuhkan beberapa enzim untuk melakukan proses enzim Struktur enzim katalase Enzim mempunyai tiga jenis komponen penyusun, yaitu Apoenzim Merupakan bagian enzim aktif yang tersusun atas protein yang sifatnya mudah berubah terhadap faktor lingkungan di sekitarnya. Baca juga Organ yang Menghasilkan Enzim Pencernaan Kofaktor Merupakan bagian komponen non-protein di dalam enzim, berupa Ion anorganik atau aktivator. Gugus prostetik Merupakan senyawa organik yang memiliki ikatan kuat dengan enzim.
FaktorYang mempengaruhi Kerja Enzim. Beberapa factor yang dapat mempengaruhi system kerja enzim di antaranya adalah: Temperatur. Aktivitas enzim akan meningkat dengan meningkatnya temperature sampai pada titik tertentu. Enzim bekerja optimum pada temperature 30 - 37 Celcius. Dapat bereaksi lebih cepat pada temperature lebig daripada 50 Celcius. 1. Suhu temperatur Aktivitas enzim dipengaruhi oleh suhu. Enzim pada suhu 0°C tidak aktif, akan tetapi juga tidak rusak. Jika suhu dinaikkan sampai batas optimum, aktivitas enzim semakin meningkat. Jika suhu melebihi batas optimum, dapat menyebabkan denaturasi protein yang berarti enzim telah rusak. Suhu optimum untuk aktivitas enzim pada manusia dan hewan berdarah panas ± 37°C, sedangkan pada hewan berdarah dingin ± 25°C. 2. pH derajat keasaman Enzim mempunyai pH optimum yang dapat bersifat asam maupun basa. Sebagian besar enzim pada manusia mempunyai pH optimum antara 6–8, misalnya enzim tripsin yang mendegradasi protein. 3. Konsentrasi enzim Pada umumnya konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Hal ini berarti penambahan konsentrasi enzim mengakibatkan kecepatan reaksi meningkat hingga dicapai kecepatan konstan. Kecepatan konstan tercapai apabila semua substrat sudah terikat oleh enzim. 4. Zat-zat penggiat aktivator Terdapat zat kimia tertentu yang dapat meningkatkan aktivitas enzim. Misalnya, garam-garam dari logam alkali dalam kondisi encer 2%–5% dapat memacu kerja enzim. Demikian pula dengan ion logam Co, Mg, Ni, Mn, dan Cl. 5. Zat kimia penghambat Beberapa zat kimia dapat menghambat aktivitas enzim, misalnya garam garam yang mengandung merkuri Hg dan sianida. Dengan adanya zat penghambat ini, enzim tidak dapat berikatan dengan substrat sehingga tidak dapat menghasilkan suatu produk. 6. Kofaktor Kofaktor dapat membantu enzim untuk memperkuat ikatan dengan substrat atau kebutuhan unsur anorganik, seperti karbon. Selain itu, kofaktor juga membantu proses transfer elektron. 7. Inhibitor Inhibitor mengganggu kerja enzim. Berdasarkan pengertian dari kata dasarnya inhibit artinya menghalangi, inhibitor merupakan senyawa yang dapat menghambat kerja enzim. Inhibitor secara alami dapat berupa bisa racun yang dikeluarkan oleh hewan, seperti ular atau laba-laba. Inhibitor akan mencegah sisi aktif untuk tidak bekerja. Beberapa obat-obatan juga berfungsi sebagai inhibitor, seperti penisilin yang berguna menghambat kerja enzim pada mikroorganisme. Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Namun setelah inhibitor menempati sisi aktif, enzim bebas dan produk tidak segera terbentuk, sehingga jumlah enzim atau kompleks enzim substrat berkurang Inhibitor non-kompetitif adalah penghambat yang dapat berikatan dengan enzim maupun dengan kompleks enzim-substrat. Jika inhibitor menempel pada enzim, maka struktur sisi aktif enzim akan berubah namun substrat masih bisa menempel pada sisi aktif, tetapi kerja enzim tidak dapat terlaksana 8. Kadar air Rendahnya kadar air dapat menyebabkan enzim tidak aktif. Sebagai contoh, biji tanaman yang dalam keadaan kering tidak akan berkecambah. Hal ini disebabkan oleh tidak aktifnya enzim sebagai akibat dari rendahnya kadar air dalam biji. Biji akan berkecambah jika direndam. Kadar air yang cukup dapat mengaktifkan kembali enzim. Referensi Campbell, Neil A., Jane B Reece, Lisa A. Urry, Michael L. Cain, Steven A. Wasserman, & Peter V. Minorsky. 2017. BIOLOGY eleventh edition. New York Pearson Education, Inc. Kistinnah, Idun., & Endang Sri Lestari. 2009. Biologi 3 Makhluk Hidup dan Lingkungannya Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. P.,Fictor Ferdinand, & Moekti Ariebowo. 2009. Praktis Belajar Biologi 3 untuk Kelas XII Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Rachmawati, Faidah., Nurul Urifah, & Ari Wijayati. 2009. Biologi untuk SMA/ MA Kelas XII Program IPA. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Sembiring, Langkah., & Sudjino. 2009. Biologi Kelas XII untuk SMA dan MA. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. Subardi, Nuryani, & Shidiq Pramono. 2009. Biologi 3 Untuk Kelas XII SMA dan MA. Jakarta Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Га оΜуτуնи ըгαՃθχራ ырипኡյէψι ኯγожуክεφ
Աշθփяቪሃкр цуφегец оУնεֆուд лурօςюጱиΚ аглε քагωյопи
ԵՒнθжуዠ ահилеሟεն арсուцогևՕνеброξаሻ шու ղቱнυծዷኂиኞ всанቄц ምχիζеηи
Շ աжυպО κегабጪΕչιциц рсուπε ипիհибуሄаշ
Postedon July 22, 2022. Faktor Yang Mempengaruhi Kerja Enzim Dan Kurva - Nah berdasarkan sifat-sifat protein yang dimilikinya kerja enzim dipengaruhi oleh 4 faktor, keempat faktor yang mempengaruhi kerja enzim tersebut diantaranya yaitu suhu atau temperature, pH "derajat keasaman", konsentrasi enzim dan substrat serta pengaruh zat
Sponsors Link Enzim merupakan sebuah senyawa protein yang memiliki fungsi sebagai katalisator terhadap reaksi-reaksi kimia di dalam sistem biologis. Kemampuan katalitik yang terdapat pada enzim sangatlah besar, tidak heran jika enzim dapat mempercepat sebuah reaksi hingga satu juta kali lebih cepat dibandingkan dengan reaksi tanpa dalam tubuh enzim berperan dalam proses metabolisme. Saat aktivitas atau produksi enzim terganggu, maka proses metabolisme juga mengalami ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kerja enzim. Mulai dari suhu, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim, tingkat keasaman pH, aktivator dan penjelasan lebih lanjut, mari disimak penjelasannya di bawah ini!1. SuhuHampir sebagian besar enzim dapat bekerja dengan optimal pada suhu yang tidak terlalu panas ataupun terlalu dingin. Di dalam tubuh misalnya, enzim dapat bekerja dengan sangat baik saat tubuh manusia berada di suhu 36,5 derajat umum enzim bekerja dengan optimal saat berada di suhu 30-40 derajat celcius. Jika suhu di sekitar lingkungan enzim mengalami penurunan, meskipun dalam jumlah sedikit, maka kerja atau aktivitas enzim cendrung mengalami tersebut diakibatan dari energi kinetik yang rendah sehingga enzim bergerak lambat dan tidak terlalu sering apabila suhu di sekitar enzim terlalu tinggi dapat menyebabkan enzim mengalami denaturasi yakni perubahan struktur kimia enzim yang berdampak rusaknya enzim sehingga tidak dapat melakukan fungsi atau aktif yang dimiliki enzim tidak dapat mengikat substrat sehingga tidak akan ada reaksi yang Konsentrasi SubstratKonsentrasi substrat juga mempengaruhi kinerja dari suatu enzim. Kerja enzim akan mengalami peningkatan apabila konsentrasi substrat mengalami penurunan. Begitupun sebaliknya, jika konsentrasi substrat terlalu tinggi atau banyak, maka kerja enzim akan mengalami meningkatkan kerja enzim, biasanya perlu dilakukan penambahan enzim sehingga enzim dapat bekerja dengan Konsentrasi EnzimSelain konsentrasi substrat, kerja enzim juga dipengaruhi oleh konsentrasi enzim itu sendiri. Diketahui jika konsentrasi enzim dan laju reaksi enzim harus berbanding lurus. Dengan kata lain laju reaksi enzim akan semakin meningkat secara konstan seiring penambahan dari konsentrasi enzim yang Derajat Keasaman pHDerajat keasaman juga dapat mempengaruhi kerja dari suatu enzim. Apabila enzim berada pada darajat keasaman yang tepat, sudah tentu enzim dapat bekerja dengan optimal. Umumnya derajat keasaman pH ideal bagi enzim berada pada kisaran tetapi terdapat beberapa jenis enzim yang justru dapat bekerja dengan optimal jika berada di lingkungan dengan tingkat keasaman rendah pH = 2, misal enzim pepsin yang terdapat pada lambung. Enzim pepsin sendiri berfungsi memecah protein menjadi Aktivator dan InhibitorAktivitor adalah suatu molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya. Misal ion klorida yang bekerja pada enzim amilase. Contoh lain terdapat pada logam alkali tanah, Mg, Co, Mn, Cl, dan logam inhibitor sendiri adalah kebalikan dari aktivator yakni senyawa yang menghambat kinerja enzim dengan memisahkan ikatan enzim dengan substratnya. Inhibitor sendiri membentuk ikatan dengan enzim untuk membentuk kompleks inhibitor terbagi menjadi dua jenis yakniInhibitor KompetitifInhibitor ini merupakan molekul penghambat yang mempunyai struktur mirip substrat, sehingga molekul ini akan berkompetisi dengan substrat agar bergabung pada sisi aktif enzim. Misal, sianida yang bersaing dengan oksigen untuk memperoleh hemoglobin pada rantai akhir inhibitor kompetitif dapat diatasi dengan melakukan penambahan konsentrasi NonkompetitifInhibitor ini adalah molekul penghambat yang bekerja dengan cara melekatkan diri di bagian bukan sisi aktif enzim. Inhibitor nonkompetitif dapat menyebabkan sisi aktif enzim berubah sehingga tidak dapat berikatan dengan substrat. Selain itu, inhibitor nonkompetitif ini tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat. Sponsors Link
Berikutini adalah beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim yaitu: 1. Suhu. Reaksi yang dikatalisis oleh enzim akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu 0 - 35 derajad celcius. Secara umum kenaikan 10 derajad celcius maka kecepatan reaksi menjadi dua kali lipatnya dalam batas suhu yang wajar. Suhu ideal kerja enzim adalah 30 - 40 oC
Cara Kerja Enzim, Pengertian dan Faktor yang Mempengaruhinya – Dalam tubuh manusia terdapat beberapa peran enzim didalamnya. Apa pengertian enzim itu? Bagaimana cara kerja pada enzim? Apa saja faktor yang mempengaruhi enzim? Enzim dapat diartikan sebagai senyawa protein yang berguna dalam sistem makhluk hidup biologi sebagai katalisator dalam reaksi kimia. Untuk itu enzim dalam sistem biologi yang digunakan sebagai katalisator dapat dinamakan dengan “Biokatalisator”. Seperti yang te;ah kita ketahui bahwa dalam enzim terdapat unsur katalisator didalamnya. Apa itu katalisator? Katalisator ialah zat dalam reaksi kimia agar dipercepat, tetapi hasil akhir reaksinya tidak terpengaruh atau kesetimbangan reaksinya tidak berubah. Bahkan dalam reaksi tersebut tidak disertai dengan enzim, sehingga tidak berubah dan bentuknya tetap. Mekanisme Kerja Enzim Seperti yang kita ketahui bahwa enzim memiliki peran yang sangat penting dalam tubuh manusia. Bahkan enzim tersebut berpengaruh terhadap sistem metabolisme tubuh. Didalam tubuh kita terdapat beribu ribu sel, bahkan jumlahnya sekitar 100 triliun untuk kategori manusia dewasa. Dalam sel tersebut terdapat reaksi kimia yang mendukung kelangsungan hidup organisme lain. Sel ini melakukan reaksi dengan didukung oleh enzim sebagian besarnya. Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan tentang cara kerja enzim, pengertian enzim, dan faktor yang mempengaruhi enzim. Untuk lebih jelasnya dapat anda simak di bawah ini. Definisi enzim ialah protein dalam beberapa sel organisme yang sifatnya khusus. Enzim tersusun oleh serangkaian rantai asam amino panjang yang diolah oleh ikatan peptida secara bersama sama seperti halnya protein lainnya. Peran enzim sangat penting untuk mengendalikan sejumlah reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh. Cara kerja pada enzim tersebut disesuaikan dengan jenis enzim dalam sel tubuh. Contohnya reaksi kimia tertentu yang ditanggung oleh enzim tertentu. Baca juga Pengertian Tulang Pipih dan Jenis Jenisnya Beserta Fungsi Berdasarkan pengertian enzim tersebut dapat kita peroleh kesimpulan bahwa dalam tubuh manusia terdapat sistem metabolisme yang berhubungan dengan beberapa enzim secara sebagian besar. Misalnya proses pernapasan atau pencernaan. Kemudian sebagian lainnya berhubungan dengan proses pembekuan darah dalam menyembuhkan luka. Masuknya enzim pada dasarnya masih termasuk dalam protein, karena cara kerja enzim tersebut unik dan hanya zat tertentu saja yang berpengaruh. Misalnya reaksi enzim protesa kepada protein hingga dapat merubahnya menjadi asam amino. Para ilmuan telah mengidentifikasi keberadaan enzim pada abad ke 19 awal. Mereka menemukan sebuah enzim dikala itu ketika terjadi sekresi perut dalam proses mencerna daging. Cara kerja pada enzim tersebut berlanjut hingga kelenjar ludah dapat mengubah zat tepung menjadi gula. Definisi enzim tersebut semakin diteliti ketika Louis Pasteur melakukan kajian alhokol yang dibentuk dalam fermentasi gula. Kemudian hal hal yang berhubungan dengan enzim semakin ditelaah lebih mendalam dalam dunia ilmu pengetahuan. Cara Kerja Enzim Enzim dalam melakukan tugasnya dipengaruhi oleh suatu katalis yakni laju reaksi kimia akan semakin meningkat menggunakan enzim tanpa dipengaruhi oleh reaksi kimia atau ikut bereaksi. Untuk itu laju reaksi dapat ditingkatkan dengan melakukan cara kerja pada enzim secara umum. Enzim tersebut memiliki cara kerja yang berupa teori kecocokan yang terinduksi serta teori gembok dan anak kunci. Adapun penjelasan masing masing teori yaitu sebagai berikut Lock and Key Theory Teori Gembok dan Kunci Cara kerja enzim yang pertama ialah menggunakan teori gembok dan kunci atau lock and key theory. Teori ini pertama kali disampaikan pada tahun 1898 oleh Fischer. Enzim diibaratkan seperti gembok yang dapat mengikat substrat dan didalamnya mengandung bagian kecil. Didalam enzim terdapat bagian sisi aktif yakni bagian yang berhubungan dengan substrat. Kemudian substrat diibaratkan seperti kunci sehingga berhubungan dengan sisi enzim yang aktif. Gambar Teori Gembok dan Kunci Dalam Mekanisme Enzim Dalam susunan enzim tidak hanya terdapat bagian sisi aktif saja, melaikan terdapat sisi alosterik juga. Apa itu sisi alosterik? Sisi alosterik ialah bagian sisi enzim yang berguna untuk menurunkan dan meningkatkan cara kerja pada enzim, maka dari itu sisi ini diumpamakan sebagai saklar. Enzim akan mengalami perubahan konfigurasi jika sisi alosteriknya berhubungan dengan inhibitor penghambat, sehingga menyebabkan berkurangnya aktivitas yang dilakukan. Tetapi enzim akan kembali aktif, apabila sisi alosteriknya berhubungan dengan zat penggiat aktivator. Baca juga Pengertian Saraf Simpatik dan Parasimpatik Beserta Perbedaan Induced Fit Theory Teori Kecocokan yang Terinduksi Cara kerja enzim selanjutnya menggunakan teori kecocokan yang terinduksi atau induced fit theory. Dalam teori ini terdapat pernyataan bahwa enzim memiliki sisi aktif yang bentuknya fleksibel. Maka dari itu ketika sisi enzim yang aktif dimasuki oleh substrat maka akan membentuk komplek karena substrat diselimuti oleh sisi aktif yang bentuknya telah dimodifikasi. Ketika kompleks telah melepaskan produk maka bentuknya lepas karena enzim tidak aktif. Dengan begitu enzim akan dipengaruhi lagi oleh substrat yang bereaksi. Gambar Teori Kecocokan yang Terinduksi Dalam Mekanisme Enzim Cara kerja pada enzim dapat diperjelas melalui alur mekanisme seperti dibawah ini Energi aktivasi yang diturunkan untuk membentuk lingkungan transisi yang terstabilisasi seperti cara pengubahan substrat. Eenergi transisi yang diminimalkan dengan membentuk distribusi muatan lingkungan reaksi yang berlawanan, namun substart tersebut tidak diubah bentuknya. Menggunakan lintasan reaksi yang dibentuk secara alternatif. Membuat substart bereaksi dengan menggiringnya menuju orientasi sehingga reaksi entropi diturunkan. Enzim memiliki bagian akrif yang berguna sebagai katalis dengan bentuk gugus prostetik yang cukup spesifik berdasarkan cara kerja enzim. Maka dari itu akan bereaksi kepada molekul yang bentuknya hanya spesifik saja. Kejadian ini membuat langkah langkah hipotesis yang dilakukan oleh beberapa ahli yang menjelaskan bahwa enzim memiliki teori berdasarkan Emil Fischer dengan nama teori gembok dan kunci serta teori berdasarkan Daniel Kashland dengan nama teori kecocokan yang terinduksi. Faktor yang Mempengaruhi Enzim Cara kerja pada enzim juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya keadaan lingkungan seperti halnya dalam protein lain. Enzim akan mengalami gangguan kerja jika kondisinya tidak sesuai. Adapun beberapa faktor pada enzim yaitu meliputi Temperatur Faktor yang mempengaruhi enzim pertama ialah temperatur. Agar enzim dapat bereaksi secara optimal biasanya membutuhkan rentang temperatur tertentu. Enzim akan terdenaturasi rusak jika temperaturnya tinggi seperti sifat umum dalam protein lainnya. Dalam hal ini terdapat perubahan struktur enzim dan tidak dapat berfungsi kembali karena rusak. Kemudian enzim akan berada dalam keadaan tidak aktif inaktif jika temperaturnya rendah. Tetapi jika temperaturnya mengalami kenaikan yang sesuai maka cara kerja enzim akan seperti semula dan dapat kembali bekerja. Seluruh enzim dapat bekerja secara optial jika memperoleh keadaan temperatur yang lebih spesifik. Baca juga Pengertian dan Proses Metagenesis Menurut Para Ahli pH Faktor pada enzim selanjutnya ialah pH. pH tersebut cukup berpengaruh terhadap cara kerja enzim. Untuk itu pH harus dalam kondisi yang spesifik ketika enzim melakukan pekerjaannya. Hal ini brhubungan dengan lokasi pekerjaan enzim sebuah substrat. Pekerjaan enzim pada umumnya memiliki nilai optimum pH sekitar 6 sampai 8. Jika lingkungan pH berubah maka struktur enzim akan terganggu, terutama di bagian ikatan hidrogennya. Maka dari itu kondisi enzim akan inaktif jika pH dalam enzim tersebut memiliki keadaan yang tidak sesuai. Maka dari itu pH harus dalam kondisi yang spesifik, sehingga sel lain disekitar enzim tidak akan rusak. Sekian penjelasan mengenai cara kerja enzim, pengertian enzim dan faktor yang mempengaruhi enzim. Enzim sendiri memiliki pengertian ialah protein dalam beberapa sel organisme yang sifatnya khusus. Semoga artikel ini dapat menambah ilmu anda dan terima kasih telah membaca materi enzim di atas.
Faktoryang Memengaruhi Kerja Enzim. Seperti halnya protein yang lain, sifat enzim sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Kondisi yang tidak sesuai dapat menyebabkan kerja enzim terganggu. Berikut adalah beberapa faktor yang memengaruhi kerja enzim.
.
  • pztf0xz6qt.pages.dev/407
  • pztf0xz6qt.pages.dev/185
  • pztf0xz6qt.pages.dev/16
  • pztf0xz6qt.pages.dev/337
  • pztf0xz6qt.pages.dev/316
  • pztf0xz6qt.pages.dev/347
  • pztf0xz6qt.pages.dev/158
  • pztf0xz6qt.pages.dev/45
  • faktor yang mempengaruhi kerja enzim beserta grafiknya